Kamis, 14 Oktober 2010

Misteri Air Galon Pemancing Semut

Pertama-tama, judul artikel ini benar adanya.
Entah dari mana asalnya, fact or fiction, atau mungkin ilusi semata.
Begini ceritanya.


Salah satu makanan favoritku adalah mie. Mau diapain juga, digoreng, direbus, disiram, dibakar (emang ada ya?), yang pasti aku lebih suka makan mie daripada makan nasi. Persyaratannya adalah, mienya harus enak (ya iyalah -__-). Maksudnya gini, kalo kriteria yang lain-lain sih udah taulah ya, tapi khusus untuk mie rebus, syarat utama supaya aku bilang enak adalah kuahnya harus nendang. Artinya kalo diicip sesendok, rasanya bisa menghangatkan badan dan membungkus lidah dengan paduan bumbu-bumbunya. Dan untuk kuah ini, satu-satunya campuran yang kuperbolehkan masuk adalah SAMBEL. Karena memang kaya kecap,saos,dan lain-lain itu justru akan menghilangkan keaslian rasa kuah yang ada. KECUALI, kalo kuahnya ga enak, maka segala-gala boleh deh dicampurin supaya makanannya bisa abis.



Oke, cerita khusus lagi adalah tentang mie siram (belum masuk ke topik utama). Mie siram pertama yang kumakan adalah mie siram sapo tahu yang merupakan salah satu produk mie instan. Awalnya aku tertarik beli karena mikir, lucu kali ya kalo makan mie yang disiram.
Trus bungkusnya juga bagus (bungkus yang halus seperti mie-mie mahal; dan emang mahal sih harga mienya).
Waktu beli, seperti biasa ga dimakan-makan, soalnya disayang-sayang gitu. Dan ketika tiba waktu makannya, wauuu, rasanya lucu!! Gak terlalu enak sih emang, tapi rasanya unik, jadinya aku pengen beli lagi.
So, tiap ke supermarket, aku cari deh tu mie. Eh,tapi kok gak pernah ketemu lagi ya? Jadi, sampe sekarang, aku tak pernah menemukan lagi mie tersebut,huaaaaa T_T. Padahal aku penasaran pengen makan mie yang disiram-siram.



Namun, rasa penasaranku terobati ketika beberapa tahun kemudian, aku berjalan-jalan di Mall Paris van Java, Bandung. Pas lagi muter-muter, tiba-tiba aku melihat foto mie siram besar sekali di Qua-Li. Aku langsung girang dan berteriak-teriak sedikit, "Ndutie,aku mau mie itu!!!!" Tapi saat itu kita tidak langsung makan disitu 'cos takut harganya mahal, soalnya tempatnya bagus.

Saat berikutnya, baru deh kita makan di Qua-Li. Kunjungan inilah yang mengawali seringnya kunjungan berikutnya ke Qua-Li, soalnya makanan-makanan di Qua-Li enak sekali, apalagi Mie Hongkong favoritku, Kwetiau yang bentuknya kotak-kotak, Nasi Goreng yang gak asal goreng, sayur-sayuran, dan tentu saja minuman favoritku, Mango Smoothies. Horreeee!!!!!



Baiklah, sekarang kita memasuki inti permasalahan.
Ok, karena mie adalah makanan favoritku, aku selalu men-stock popmie di kosan. Bukan merek popmie tentunya, namun merek ABC Selera Pedas. Mengapa?Karena cuma ini popmie yang aku suka!!! Soalnya rasanya nendang abis. Pedesnya terasa, jadi kuahnya nikmat sekali. Apalagi kalo dimakan malem2 gini,yihaaaa!!!!!



Namun, sudah berminggu-minggu ini aku tidak bisa mengecap mie ABC favoritku ini. Mengapa? Karena air dalam dispenserku menjadi kolam semut!!!!
Awalnya kupikir ni ada apa kok airnya disemutin. Sekali dua kali yang kulakukan hanyalah mengganti air dispenser tiap mau bikin popmi.
Tapi waktu itu aku kesel banget gara-gara pas malemnya air dispenser kuganti, eh, tiba-tiba besoknya udah disemutin lagi!!!! OMG!!!!

Lalu mengapa air galon yang menjadi permasalahan?
Karena air galon yang aku taroh di guci juga disemutin!!
Bukan air galonnya sih, tapi guci di sekitar galon. Semut-semut itu juga berenang di gelas yang kupake minum. Dan sialnya itu baru kuketahui ketika aku bangun tidur dan enak-enakan meneguk air segar. Tiba-tiba, JRENG JRONG, ada sesuatu yang mengganjal di mulut,BLEH!!!!

Tapi, aku juga tak tahu pasti apakah air galon yang menjadi penyebabnya. Dugaan sementara sih seperti itu. Kita tunggu saja apakah ada bukti lain yang bisa mendukung.
Kalau begitu kita bersemedi dahulu sahaja.


(Oya, nantikan cerita saya tentang mie favorit yang pasti kalian semua sudah tahu, MIE SELERA NUSANTARA!!! Karena ceritanya panjang dan mau aku kasih list judul mie selera nusantara apa saja yang beredar di muka bumi ini, maka, tidak bisa aku tulis sekarang. Horrrreeee!!!!)